Masjid Raya Baitul Makmur Bintan

Masjid Raya Baitul Makmur merupakan masjid terbesar di Kabupaten Bintan yang terletak di Tanjung Uban, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan.

Penulis: Widityas
Editor: Ami Heppy
Tribun Batam
Masjid Raya Baitul Makmur 

TRIBUNBATAMWIKI.COM, BINTAN - Kabupaten Bintan tidak hanya punya destinasi wisata alam yang eksotis.

Destinasi wisata religi berupa masjid dengan arsitektur yang mempesona juga bisa dijumpai di sini.

Selain Masjid An-Nur yang terkenal dengan warna pinknya, ada pula Masjid Raya Baitul Makmur yang tak kalah mempesona.

Masjid Raya Baitul Makmur merupakan masjid terbesar di Kabupaten Bintan.

Masjid Raya Baitul Makmur ini terletak di Tanjung Uban, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan.

Geografis

Masjid Raya Baitul Makmur dibangun di atas dataran tinggi.

Oleh karena itu, pengunjung juga akan disuguhi pemandangan Tanjung Uban yang bisa dilihat dari ketinggian.

Dari sini, pengunjung juga bisa menyaksikan hamparan Selat Uban yang memisahkan Pulau Bintan dengan Pulau Batam.

Birunya air laut yang dipandang dari ketinggian menambah keindahan panorama dari atas masjid ini.

Masjid Muhammad Cheng Hoo Batam

Arsitektur

Masjid Raya Baitul Makmur dibangun di atas lahan seluas 1,6 hektare.

Lahan ini merupakan wakaf dari almarhum Raja Daud.

Masjid ini tampil dengan paduan warna-warni cerah yang tampak sedikit ngejreng.

Kendati demikian, warna-warni yang membalut bangunan Masjid Raya Baitul Makmur ini justru menjadi daya tarik tersendiri.

Tak hanya pada bangunannya, nuansa penuh warna juga ditemukan pada halaman depan masjid.

Paving block yang ada di halaman masjid ini dicat dengan aneka warna yang menyegarkan mata.

Masjid dua lantai ini mengadopsi gaya arsitektur kontemporer yang dipadukan dengan nuansa tradisional.

Bangunannya tampak kokoh dengan bentuk utama bangunan yang berupa persegi.

Bagian eksterior masjid ini didominasi oleh paduan warna hijau dan oranye.

Warna oranye membalut dinding bangunan, sedang warna hijau tampak pada bagian kubah masjid.

Masjid Raya Baitul Makmur memiliki 5 kubah yang menggambarkan rukun Islam.

Terapat sebuah kubah besar di bagian sentral atap dengan diameter mencapai 9 meter.

Adapun 4 kubah lainnya berupa kubah kecil yang dipasang mengelilingi kubah utama.

Kubah yang terbuat dari baja ringan anti karat ini didesain dengan ornamen khas Timur Tengah.

Menurut beberapa sumber, pembuatan kubah ini menelan biaya hingga Rp 600 juta.

Anwar Hasyim (Wakil Bupati Karimun 2015-2020)

Interior

Bagian dalam Masjid Raya Baitul Makmur sangat kental dengan nuansa Islami.

Ruangannya dibuat tanpa sekat dengan beberapa tiang kokoh sebagai penyangga.

Terdapat mihrab setinggi 2 meter yang berhiaskan kaligrafi dan beberapa ornamen berupa ukiran kayu jati.

Ornamen dan hiasan kaligrafi tersebut juga tampak pada beberapa sudut dinding masjid.

Interior masjid juga dipercantik dengan kehadiran beberapa jam antik.

Selain itu, ruangan masjid ini juga dihiasi dengan lampu-lampu cantik yang estetik.

Fasilitas

Masjid Raya Baitul Makmur telah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas untuk menunjang kegiatan beribadah, seperti :

- Sound system

- Kipas angin

- 100 keran wudhu

- 12 unit toilet

- Ruang sekretariat

- Sarana pernikahan

- Ruang imam

- TPQ

- Ruang pemulasaran jenazah

- Tempat penitipan alas kaki

- Area parkir luas dengan daya tampung hingga 750 motor dan 150 mobil

- Taman asri seluas 4000 meter persegi

Daya tampung

Masjid Raya Baitul Makmur mampu menampung hingga 3000 jamaah.

Namun, secara keseluruhan, kapasitas tampungnya mencapai 6000 jamaah bila memanfaatkan serambi dan halaman masjid.

Masjid Raja Haji Abdul Ghani Karimun

Sejarah

Masjid Raya Baitul Makmur mulai dibangun pada tahun 2008.

Pembangunan masjid ini dilakukan di atas tanah sleuas 1,6 hektare yang merupakan wakaf dari almarhum Raja Daud.

Melansir situs Kemdikbud, masjid ini mulai digunakan sebagai tempat ibadah pada tahun 2012.

Saat itu, masjid ini belum selesai dibangun.

Masjid ini pertama kali digunakan untuk salat tepat pada hari Jumat di bulan Ramadan.

Dalam kutbahnya, khatib mengajak masyarakat untuk memakmurkan masjid.

Baru pada 31 Mei 2015, Masjid Raya Baitul Makmur diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Hingga kini, masjid ini tetap kokoh berdiri dan menjadi kebanggan masyarakat Bintan Utara, khususnya Tanjung Uban.

Lokasi dan akses

Masjid ini terletak di Jl. H. Raja Daud, No. 1,, Tj. Uban Sel., Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Jaraknya sekitar 80 kilometer dari Kota Tanjungpinang dan bisa ditempuh dalam waktu 2 jam dengan kendaraan bermotor.

Bila berangkat dari Batam, pengunjung harus menaiki transportasi laut berupa feri atau speed boat dari Pelabuhan Telaga Punggur.

Perjalanan laut ini memakan waktu kurang lebih 30 menit untuk sampai di Pelabuhan Tanjung Uban.

Masjid ini hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Uban.

(Tribunbatamwiki.com)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved