Sejarah Bandara Hang Nadim Batam yang Miliki Landasan Pacu Terpanjang di Indonesia

Bandara Hang Nadim merupakan satu-satunya bandara di Kota Batam, bandara yang memiliki landasan pacu terpanjang di Indonesia

Penulis: Widityas
Editor: Ami Heppy
Tribun Batam
Bandara Hang Nadim Batam 

TRIBUNBATAMWIKI - Pandemi Covid-19 membuat sejumlah tempat umum menjadi sepi karena orang memilih berada di rumahnya sesuai anjuran pemerintah untuk melakukan social distancing.

Tempat umum yang biasanya ramai kini sepi adalah bandara.

Bandar Udara Internasional Hang Nadim sebagai satu-satunya bandara di Kota Batam pun mengalami penurunan penumpang yang sangat tajam. 

Jika biasanya jumlah penumpang yang melewati Bandara Hang Nadim Batam masih berada di kisaran angka 7000-an penumpang, kini angka itu merosot tajam menjadi 2.000 penumpang.

Bandara ini sebelumnya terbilang cukup padat karena menjadi salah satu pilihan bagi perantau yang ingin datang ke Batam maupun pulang ke kampung halaman.

Selain itu, bandara ini juga digunakan oleh wisatawan domestik maupun asing yang tidak bisa menggunakan penyeberangan feri untuk menuju ke Batam.

Sebagai penyedia transportasi udara, Bandara Hang Nadim dilengkapi dengan landasan pacu sepanjang 4.025 meter.

Landasan pacu tersebut merupakan yang terpanjang di Indonesia dan kedua di Asia Tenggara setelah Bandara KLIA, Malaysia.

Bandara ini mampu menampung pesawat jenis Airbus dan 18 pesawat jenis Boeing 767 berbadan lebar.

Sejarah Bandara Hang Nadim

Bandar Udara Internasional Hang Nadim merupakan satu-satunya bandara di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Bandara ini dibangun diatas lahan seluas 1.760 hektare dengan ketinggian daratan yakni 38 meter di atas permukaan laut.

Adapun penamaannya sendiri mengadopsi nama seorang pahlawan asal Kesultanan Malaka, yakni Laksamana Hang Nadim yang berjuang melawan Portugis.

Sebelum bandara ini dibangun, metode transportasi utama dari dan menuju kota Batam adalah menggunakan penyeberangan ferry.

Namun karena dirasa kurang efektif, terutama untuk daerah yang jauh dari Batam, dibangunlah sebuah bandara yang jangkauannya lebih luas.

Bandara ini terletak di Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

Lokasinya berada di sisi barat Kota Batam, dekat dengan perairan Nongsa.

Pesawat yang terbang di atas bandara ini akan tampak sangat besar bila dilihat dari beberapa pantai di kawasan Nongsa.

Pembangunan bandara ini dimulai pada 1 Januari 1984 dengan melakukan perbaikan landasan pacu.

Proses pembangunan tersebut rampung pada 31 Januari 1985.

Di hari tersebut, Bandar Udara Hang Nadim secara resmi dibuka dengan melayani penerbangan domestik ke Kota Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Pekanbaru, Palembang, dan Padang.

Untuk memudahkan transportasi luar negeri selain mengandalkan feri, bandara ini resmi membuka penerbangan internasional pada 5 Januari 1990.

Saat itu, rute yang disediakan yakni menuju Johor dan Singapura.

Tanggal 3 Januari 1995, Presiden RI ke-2, Soeharto meresmikan Bandar Udara Hang Nadim dengan nama Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam.

Prosesi peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti, gunting pita dan pukul gong.

Tahun 2016, Bandar Udara Internasional Hang Nadim berubah status menjadi Badan Usaha Bandar Udara.

Perubahan status tersebut dinyatakan oleh pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam guna meningkatkan pelayanan jasa penerbangan.

Lokasi

Jalan Hang Nadim No. 01, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Batam.

Lakse Kuah

Wayang Cecak

(TribunBatamWiki/Widi)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved