Kabupaten Lingga

Lingga merupakan salah satu kabupaten yang ada di provinsi Kepulauan Riau yang terkenal sebagai penghasil sagu.

Penulis: Widityas
Editor: Ami Heppy
Genpi
Gunung Daik, Lingga 

Ketika itu, putra tertua, Tengku Hussain sedang melangsungkan pernikahan di Pahang.

Menurut adat istana, seorang pangeran raja hanya bisa menjadi sultan sekiranya dia berada di samping sultan ketika mangkat.

Dalam sengketa yang timbul, Britania mendukung putra tertua, Husain, sedangkan Belanda mendukung adik tirinya, Abdul Rahman.

Traktat London pada 1824 membagi Kesultanan Johor menjadi dua: Johor berada di bawah pengaruh Britania sedangkan Riau-Lingga berada di dalam pengaruh Belanda.

Abdul Rahman ditabalkan menjadi raja Lingga dengan gelar Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah, dan berkedudukan di Daik, Kepulauan Lingga.

Pada zaman keemasannya, seni ukir, tenun, kerajinan, emas dan perak sudah ada.

Pusat kerajinan tenun di Kampung Mentuk, kerajinan tembaga di Kampung Tembaga.

Sultan Abdul Rahman Syah (1812-1832) adalah putra Sultan Mahmud Riayat Syah III yang terkenal sangat alim dan giat menyebarkan agama islam serta menggemari pakaian Arab.

Pada masa pemerintahannya, saudaranya Tengku Husin dengan bantuan Inggris dilantik menjadi raja dengan gelar Sultan Husin Syah.

Maka, pecahlah kerajaan besar Melayu atau emporium Melayu Johor-Riau-Lingga menjadi dua bagian.

Istana Sultan Abdul Rahman Syah terletak di Kampung Pangkalan Kenanga sebelah kanan Sungai Daik.

Sultan Mahmud Riayat Syah adalah Sultan yang pertama kali di Daik Lingga.

Ia adalah Sultan Johor-Pahang-Riau-Lingga XVI yang memindahkan pusat kerajaan Melayu ke Bintan Hulu Riau ke Daik tahun 1787, dengan istrinya Raja Hamidah (Engku Putri) yang merupakan pemegang Regelia kerajaan Melayu-Riau-Lingga.

Pulau Penyengat Indra Sakti adalah mas kawinnya dan Pulau Penyengat tersebut menjadi tempat kedudukan Raja Muda bergelar Yang Dipertuan Muda Lingga yaitu dari darah keturunan Raja Melayu dan Bugis.

Pada hari senin pukul 07.20 WIB tahun 1899 dia mangkat dan dimakamkan di Makam Merah dengan bergelar Marhum Damnah.

Gubal, Kuliner Khas Lingga Kepulauan Riau

Wayang Cecak

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved