Wayang Cecak

Wayang Cecak adalah salah satu jenis kesenian yang berasal dari Pulau Penyengat, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Penulis: Widityas
Editor: Ami Heppy
zoom-inlihat foto Wayang Cecak
Tribun Batam (Disbud Kepri)
Wayang Cecak adalah salah satu jenis kesenian yang berasal dari Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

TRIBUNBATAMWIKI - Wayang Cecak adalah salah satu jenis kesenian yang berasal dari Pulau Penyengat, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Kesenian Wayang Cecak ini berupa sastra lisan yang dipertunjukkan melalui media wayang.

Menggabungkan budaya Tionghoa dan Melayu, kesenian Wayang Cecak menggunakan boneka tangan sebagai pemerannya.

Boneka yang terbuat dari kain perca tersebut dimainkan oleh dalang dengan cerita yang menggambarkan kehidupan.

Sebagai latar panggungnya, terdapat sebuah kotak berukuran 2x3 meter untuk tempat memainkan wayang.

Di kotak itulah boneka wayang digerakkan oleh tangan sang dalang dari belakang.

Filosofi

Melansir situs resmi Disbud Kepri, kesenian Wayang Cecak memiliki kandungan filosofi, terutama filosofi hidup.

Cerita-cerita yang lekat dengan kehidupan akan digambarkan dalam tokoh-tokoh wayang yang memerankan cerita.

Kesenian ini juga bertujuan untuk menyampaikan pendidikan karakter bagi anak-anak generasi penerus bangsa dalam bentuk karakter yang sederhana.

Hal ini membuat pembelajaran tentang kehidupan yang disampaikan akan lebih mudah dipahami.

Dalam cerita yang disampaikan, terdapat karakter baik dan kurang baik.

Karakter-karakter tersebut akan memerankan cerita yang biasanya terjadi dalam kehidupan sehari-hari. 

Wayang cecak merupakan kesenian yang dipertunjukan untuk kalangan elit tertentu dan tak menyebar ditengah masyarakat.

Sejarah

Awalnya, Wayang Cecak digagas dan dimainkan oleh Khadijah Terung.

Ia adalah seorang seniman wanita pada masa Kesultanan Melayu di Pulau Penyengat.

Khadijah diduga memainkan pertunjukan ini secara tertutup untuk kalangan terbatas saja sampai pada tahun 1940-an, sehingga informasi tentang Wayang Cecak ini tak banyak tersebar luas.

Kesenian ini dipelajarinya dari persentuhan keluarga kapitan China di tanjungpinang.

Dengan boneka yang terbuat dari kain perca dan sebuah ranjang miniatur sebagai pentas, cerita-cerita yang disampaikan umumnya merupakan sari dari syair-syair Melayu.

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved