Parakerja, Platform Pendidikan untuk Disabilitas Buatan Anak Muda Batam

Parakerja adalah platform pendidikan untuk penyandang disabilitas yang dibuat oleh anak muda asal Batam

Penulis: Widityas
Editor: Ami Heppy
Tribunbatam.id/istimewa
Parakerja 

TRIBUBATAMWIKI - Penyandang disabilitas kerap kali tidak mendapatkan kesetaraan, terutama dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan.

Padahal, sebetulnya, penyandang disabilitas memiliki kemampuan yang tak kalah dengan non disabilitas.

Hal ini lah yang mendasari terciptanya Parakerjastartup berupa platform pendidikan bagi para penyandang disabilitas.

Platform ini merupakan inisiasi dari Rezki Achyana, pemuda asal Padang yang telah lama menetap di Batam.

Resmi diluncurkan sejak Desember 2019 lalu, Parakerja berisi berbagai modul pendidikan yang bisa dipelajari oleh para penyandang disabilitas.

"Parakerja adalah startup, dimana kita  memberikan peningkatan kapasitas untuk penyandang disabilitas, kapasitas dan kompetensi untuk mereka" terang Rezki saat ditemui di salah satu coworking space di kawasan Batam Center.

Ia menambahkan, Parakerja bukan hanya sebuah platform yang ditujukan agar para penyandang disabilitas bisa mendapatkan pekerjaan, namun lebih kepada bagaimana membekali para penyandang disabilitas dengan pendidikan dan edukasi yang bisa menjadi bekal untuk terjun ke dunia kerja.

Menurutnya, para penyandang disabilitas memiliki hak dan kemampuan yang tak kalah kompeten dengan pekerja non disabilitas.

Sayangnya, kebanyakan perusahaan sebagai pihak yang menerima pekerja cenderung lebih memilih karyawan non disabilitas dibanding memberi kesempatan pada penyandang disabilitas yang terlihat memiliki kekurangan.

Dari sinilah, Parakerja dibuat tidak hanya untuk membekali para penyandang disabilitas, namun juga mempersiapkan perusahaan sebagai tempat yang akan menerima penyandang disabilitas sebagai karyawan.

"Kita juga memberikan pendidikan dan edukasi secara menyeluruh pada masyarakat. Support system, seperti misalnya perusahaan, UMKM, pemerintah, dan institusi yang bertindak untuk bisa menerima disabilitas. Karena kalau kita cuma meningkatkan kompetensi bagi para penyandang disabilitasnya aja tapi support system-nya tidak siap, gimana mereka bisa kerja," beber pria yang akrab disapa Kiki ini.

Disamping itu, Kiki berujar bahwa penyediaan Parakerja bagi pengguna non disabilitas dimaksudkan agar masing-masing pihak bisa saling berkomunikasi meski salah satunya memiliki keterbatasan.

Ia menuturkan, dalam aplikasi Parakerja telah disediakan berbagai video pembalajaran yang telah dikemas dengan sangat sederhana, sehingga mudah dipahami oleh para penyandang disabilitas. 

"Selama ini kan kita berpikir bahwa, yaudah tuli dong yang harus belajar ngomong. Selama ini kita selalu membuat orang tuli untuk belajar ke dunia dengar, sementara untuk bisa menjadi masyarakat inklusif, kita sebagai orang dengar juga harus masuk ke dunia tuli. Support system-nya kita berikan seperti itu, melalui video-video yang semuanya adalah orang tuli." kata dia.

Uniknya, tentor atau pengajar yang mengisi video tersebut adalah para tuna rungu yang mengajar dengan menggunakan bahasa isyarat.  

Kiki yang juga merupakan direktur Yayasan Putrakami ini mengatakan jika bentuk pendidikan yang diajarkan sangat bisa dipahami oleh para penyandang disabilitas.

"Misalnya aplikasi bimbel, itu kalau orang non disabilitas bisa pakai. Tapi disabalitas enggak, makanya kita bikin platform pendidikan ini supaya mereka (penyandang disabilitas) sama-sama bisa belajar" ujar pria 23 tahun ini.

Setelah para penyandang disabilitas dirasa sudah siap untuk terjun ke dunia kerja, Parakerja juga akan mempersiapkan perusahaan yang nantinya akan menerima mereka bekerja sebagai karyawan.

Selain itu, pihak perusahaan beserta karyawan lain non disabilitas juga akan diajak untuk mempelajari bahasa isyarat agar lebih mudah berkomunikasi dengan pekerja penyandang disabilitas. 

Dengan demikian, Kiki menuturkan akan tercipta suatu kondisi kerja yang inklusif, yakni ketika kedua belah pihak bisa saling berkomunikasi dan memahami.

"Kadang-kadang ada juga perusahaan yang minta ke kita untuk dicarikan pekerja disabilitas. Nah, nanti, dari lingkungan perusahaannya juga bakal kita persiapkan untuk bisa menerima mereka (disabilitas), yaitu dengan sama-sama belajar bahasa isyarat, "ujarnya.

Kiki menambahkan, pemilihan pekerja disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan.

Misalnya, bila suatu perusahaan membutuhkan telemarketing yang harus mengandalkan kemampuan mendengar dan berbicara, maka para tuna netra dan tuna daksa bisa punya kesempatan untuk menempati posisi ini.

Hal ini lantaran tuna daksa maupun tuna netra masih punya kemampuan mendengar dan berbicara.

Hingga kini, Parakerja telah tersedia di Android dan bisa diunduh secara gratis.

Produk 

Ada 4 produk utama yang disediakan di platform Parakerja, yakni sebagai berikut :

1. Bahasa isyarat Indonesia (Bisindo)

Laman ini berisi berbagai video pembelajaran bisindo yang diajarkan secara mendasar. 

Video ini dilengkapi dengan isyarat per kata, contoh kalimat, dan latihan komunikasi yang bisa membantu pengguna untuk mengenal dunia tuna rungu. 

2. Konsultasi

Laman ini berisi layanan untuk menjawab berbagai pertanyaan mengenai dunia disabilitas. 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dijawab oleh para pakar dan ahli di bidangnya, sehingga jawaban yang diberikan lebih kredibel dan bisa dipahami oleh para pengguna.

Layanan konsultasi ini biasanya digunakan oleh para orangtua yang memiliki anak disabilitas maupun berkebutuhan khusus.

3. Tematik

Dalam laman ini disediakan video belajar yang interaktif dengan tambahan grafis animasi yang membuat proses belajar lebih menyenangkan.

Untuk video-video tematik, pengajar berbicara menggunakan Bahasa Indonesia.

Namun tetap disediakan satu pop-up layar berisi peraga bahasa isyarat agar bisa dipahami oleh pengguna disabilitas.

4. Vokasional

Laman ini berisi berbagai video pembinaan menuju dunia kerja yang aksesibel dan mudah dipahami.

Tanggal peluncuran

19 Desember 2019

Penghargaan

TOP 100 Startup Echelon Asia Summit 2019, Singapore

Alamat

Komplek Anggrek Mas 1 Blok I no 16, Taman Baloi, Kecamatan Batam Kota, Batam

Eks Kamp Vietnam di Pulau Galang

Kecamatan Sagulung

(Tribunbatamwiki.com/Widityas)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved