Eks Kamp Vietnam di Pulau Galang

Rumah sakit khusus penanganan Covid-19 rencananya akan dibangun di Pulau Galang, Batam, tepatnya di kawasan eks kamp Vietnam.

Penulis: Widityas
Editor: Ami Heppy
Tribun Batam
Eks kamp Vietnam di Pulau Galang 

Setelah mendapat persetujuan dari Presiden Soeharto, UNHCR lalu mulai membangun fasilitas yang dibutuhkan oleh para pengungsi.

Pulau Galang yang memiliki luas 250 hektare itu kemudian diambil 80 hektare untuk dijadikan kawasan pengungsian yang menampung 250 ribu jiwa.

Jejak Peninggalan

Sebagai tempat pengungsian, fasilitas yang disediakan di tempat ini cukup lengkap.

Terdapat barak tempat tinggal, rumah sakit, tempat ibadah, sekolah, pemakaman, bahkan terdapat pula penjara yang digunakan untuk orang-orang yang melakukan kejahatan.

Kawasan pengungsian ini dibuat tertutup bagi orang luar kecuali rumah sakit yang dapat digunakan oleh masyarakat umum dan dapat dinikmati secara gratis.

Sisa-sisa peninggalan para pengungsi kamp Vietnam kini disimpan dan dikumpulkan menjadi satu di sebuah museum.

Begitu juga dengan bangunan-bangunan yang masih ada, kini dikelola oleh pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Saat memasuki eks kamp Vietnam ini, para pengunjung akan disambut dengan monumen 'Humanity Statue'.

Konon, monumen itu dibuat khusus untuk mengenang tragedi yang menimpa seorang perempuan pengungsi bernama Tinh Han Loai.

Tinh Han Loai memilih bunuh diri karena tak kuat menanggung malu setelah diperkosa sejumlah pria sesama pengungsi.

Di dalam kampung yang resmi berdiri pada tahun 1979 ini terdapat dua buah perahu berwarna biru yang terbuat dari kayu.

Perahu tersebut pernah ditenggelamkan oleh para pengungsi Vietnam sebagai bentuk protes kepada pemerintah karena menolak kembali ke Vietnam.

Dua buah perahu tersebut kini dijadikan monumen bersejarah, karena dengan perahu inilah beberapa pengungsi Vietnam bisa selamat sampai ke Indonesia.

Jejak yang tertinggal di antaranya adalah lokasi pekuburan berisi 563 makam serta bangunan rumah ibadah, seperti musala, wihara, dan gereja (Katolik dan Kristen Protestan).

Selain itu, ada sejumlah bangunan yang tidak lagi terawat, yakni bekas kamp bagi para pengungsi untuk berteduh.

Setelah Kampung Vietnam tidak lagi menyisakan warga pengungsi, PBB melalui UNHCR mengembalikan kawasan itu kepada Pemerintah Indonesia yang kemudian dikelola oleh Badan Pengusahaan Batam untuk membenahi kawasan tersebut.

Resmi Tutup Awal Maret 2020, Ini Perjalanan Harbour Bay Mall Batam Selama 10 Tahun

Jogging Sambil Memberi Makan Rusa di Taman Rusa Sekupang

(Tribunbatamwiki.com/Widityas)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved