Kota Tanjung Pinang

Kota Tanjung Pinang adalah ibukota Kepulauan Riau yang terletak di Pulau Bintan dan beberapa pulau kecil seperti Pulau Dompak dan Pulau Penyengat.

Penulis: Widityas
Editor: Ami Heppy
tanjungpinangkota.go.id
Kota Tanjung Pinang 

TRIBUNNEWSWIKI - Kota Tanjung Pinang adalah ibukota Kepulauan Riau yang terletak di Pulau Bintan dan beberapa pulau kecil seperti Pulau Dompak dan Pulau Penyengat.

Kota Tanjung Pinang memiliki cukup banyak daerah pariwisata seperti Pulau Penyengat yang hanya berjarak kurang lebih 2 mil dari Pelabuhan Sri Bintan Pura.

Kemudian Pantai Trikora dengan pasir putihnya yang terletak kurang lebih 65 kilometer dari kota, dan pantai buatan yaitu tepi laut yang terletak di garis pantai pusat kota sebagai pemanis atau wajah kota (waterfront city).

Sebagian wilayah Tanjung Pinang merupakan dataran rendah, kawasan rawa bakau, dan sebagian lain merupakan perbukitan, sehingga lahan kota sangat bervariasi dan berkontur.

SEJARAH

Melansir situs resmi kota Tanjungpinang, sejak tahun 1983 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1983, Tanjung Pinang berstatus sebagai kota administratif bagian dari Kabupaten Kepulauan Riau, Provinsi Riau.

Bersama dengan Dumai yang telah lebih dulu menjadi kota administratif pada tahun 1979, Tanjung Pinang merupakan kota administratif kedua di Provinsi Riau.

Dasar pembentukan kota administratif di Indonesia ketika itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah.

Meski berstatus sebagai kota administratif, Tanjung Pinang bukanlah sebuah kota otonom karena tidak memiliki Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Kota aministratif dipimpin oleh walikota administratif yang bertanggung jawab kepada bupati Kabupaten Kepulauan Riau.

Pada tahun 1999 pemerintah mengeluarkan undang-undang baru tentang pemerintahan daerah yaitu Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.

Undang-undang yang dikenal dengan undang-undang otonomi daerah itu lantas membagi wilayah pemerintahan daerah di Indonesia hanya dengan wilayah provinsi, dan wilayah kabupaten atau kota.

Tidak ada lagi wilayah pemerintahan dengan status kotamadya, dan kota administratif.

Undang-undang otonomi daerah tersebut menyebabkan seluruh wilayah kotamadya dan kota administratif dapat ditingkatkan menjadi kota otonom, atau sebaliknya juga dapat dikembalikan kepada daerah kabupaten induknya.

Kota Tanjung Pinang dibentuk melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2001 yang ditandatangani oleh Presiden RI Abdurrahman Wahid pada tanggal 21 Juni 2001, dan dicatat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 85.

Kota Tanjung Pinang memiliki luas wilayah sekitar 239, 5 kilometer persegi dan sebagiannya merupakan wilayah perairan laut.

Dalam perkembangannya, Kota Tanjung Pinang melalui Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2002 tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau ditetapkan sebagai daerah ibukota provinsi.

Aspek Geografis

Posisi Kota Tanjung Pinang sangat strategis, disamping berdekatan dengan Kota Batam sebagai kawasan perdagangan bebas, dan Singapura sebagai pusat perdagangan dunia.

Kota Tanjung Pinang juga terletak pada posisi silang perdagangan dan pelayaran dunia, antara timur dan barat, yakni di antara Samudera Hindia dan Laut Cina Selatan.

Batas-batas wilayah Kota Tanjung Pinang adalah sebagai berikut :

- Sebelah Utara : Kecamatan Teluk Bintan dan Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan

- Sebelah Selatan : Kecamatan Mantang dan Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan

- Sebelah Barat : Kecamatan Galang, Kota Batam, dan Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan

- Sebelah Timur : Kecamatan Bintan Timur dan Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan

Luas

Wilayah Kota Tanjung Pinang terdiri atas pulau-pulau besar dan kecil yang pada umumnya merupakan daerah dengan dataran landai di bagian pantai.

Memiliki topografi yang bervariatif dan bergelombang dengan kemiringan lereng berkisar dari 0–2 persen hingga 40 persen pada wilayah pegunungan.

Sedangkan ketinggian wilayah pada pulau-pulau yang terdapat di Kota Tanjungpinang berkisar antara 0-50 meter di atas permukaan laut hingga mencapai ketinggian 400-an meter diatas permukaan laut.

Secara keseluruhan kemiringan lereng di Kota Tanjungpinang relatif datar, umumnya didominasi kelerengan yang berkisar antara 0–2 persen dengan luas wilayah mencapai 75,30 kilometer persegi, dan kemiringan lereng 2–15 persen mempunyai luas sekitar 51,15 kilometer persegi.

Sedangkan kemiriringan lereng 15 – 40 persen memiliki luas wilayah paling sedikit yaitu 5,09 kilometer persegi.

Luas wilayah Kota Tanjung Pinang mencapai 239,50 kilometer persegi dengan keadaan gegologis sebagian berbukit-bukit dan lembah yang landai sampai ke tepian laut/pantai.

Luas daratan Kota Tanjung Pinangg sekitar 131,54 kilometer persegi dan luas wilayah lautan sekitar 107,96 kilometer persegi.

Wilayah Administrasi

Kota Tanjung Pinang, sampai dengan saat ini masih terdiri atas empat kecamatan dan 18 kelurahan, yakni :

1. Tanjungpinang Barat, 4 kelurahan
2. Tanjungpinang Timur, 5 kelurahan
3. Tanjungpinang Kota, 4 kelurahan
4.  Bukit Bestari, 5 kelurahan

Klimatologi

Pada umumnya daerah Kota Tanjung Pinang beriklim tropis basah, dengan temperatur berkisar antara 18–30 derajat celcius.

Rata-rata kelembaban udara sekitar 86persen, sedangkan yang tertinggi mencapai sekitar 99 persen dan terendah sekitar 58persen.

Curah hujan tertinggi umumnya terjadi pada bulan Maret dan Desember sekitar 472,5 milimeter, sedangkan curah hujan terendah terjadi pada bulan Mei sekitar 135,2 milimeter.

Temperatur terendah 22,5 derajat celcius dengan kelembaban udara 83–89 persen.

Kota Tanjung Pinang memiliki empat macam perubahan angin, yaitu :

  • Bulan Desember – Febuari : Angin Utara
  • Bulan Maret – Mei : Angin Timur
  • Bulan Juni – Agustus : Angin Selatan
  • Bulan September – November : Angin Barat

Hanya 4 Tahun Sekali, Berikut Asal Usul dan Algoritma Tahun Kabisat

Profil Rian Ernest, Politisi Muda yang Maju Pilwako Batam: Pernah Jadi Staf Ahli Ahok

(Tribunbatamwiki.com/Widityas)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved