Monumen Welcome To Batam

Monumen Welcome to Batam kini telah berusia 10 tahun, namun siapa sangka jika landmark ikonik di kota Batam ini pernah hampir longsor pada 2014 silam?

Penulis: Widityas
Editor: Ami Heppy
instagram.com/kevinotabkoza
monumen Welcome to Batam 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Monumen Welcome to Batam adalah salah satu landmark paling ikonik di Kota Batam.

Monumen Welcome to Batam ini berada di pusat kota, tepatnya di kawasan Engku Putri, Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota, Batam. 

Karena letaknya yang strategis, Monumen Welcome to Batam ini juga terletak dekat dengan kantor-kantor pemerintahan, pusat perbelanjaan, pelabuhan dan beberapa spot ikonik lainnya. 

Monumen Welcome to Batam berjarak sekitar 200 meter dari Masjid Agung Batam, 200 meter dari gedung DPRD Batam, 300 meter dari Pemko Batam, dan 300 meter dari Daratan Engku Putri. 

Tulisan besar berwarna putih ini dibangun di atas Bukit Clara atau Clara Hill pada ketinggian 52 meter.

Pembuatannya mengadopsi gaya tulisan Hollywood Sign di Los Angeles, Amerika Serikat.

Memiliki ukuran yang relatif besar, monumen bertuliskan Welcome to Batam tersebut bisa dilihat hingga jarak pandang lebih dari 2 km.

Monumen Welcome to Batam dibangun menghadap ke utara atau ke Pelabuhan Feri Internasional Batam Center.

Dengan demikian, diharapkan para pendatang maupun wisatawan yang baru datang ke Batam akan merasa tersambut ketika membacanya.

Monumen Welcome to Batam dijaga dengan baik oleh pemerintah.

Hal ini terlihat dari adanya kawat-kawat berduri yang dipasang di sekitar lokasi.

Tujuannya yakni untuk menghindari tindak perusakan dan vandalisme.

Hingga saat ini, monumen Welcome to Batam tidak hanya menjadi bentuk sambutan dari pemerintah dan masyarakat Batam untuk wisatawan yang baru datang, namun telah menjadi ikon yang sangat lekat dengan Kota Batam.

Tidak sedikit orang yang datang untuk berfoto di depan monumen ini.

Saat malam hari, tulisan Welcome To Batam akan berwarna keunguan karena diterangi sinar lampu.

Hal ini membuatnya tetap estetik meski dipotret saat gelap.

Di depannya terdapat taman yang menjadi salah satu pusat kuliner paling populer di Batam.

Berbagai streetfood seperti kerak telur khas Batam, sate lok lok, telur gulung, dan berbagai makanan lainnya bisa ditemukan di sini.

Tak hanya menjadi pusat kuliner, taman Welcome To Batam juga diramaikan dengan berbagai hiburan seperti aneka photobooth, foto dengan badut, sewa mobil-mobilan, rekreasi melukis anak, hingga foto dengan peraga hantu.

Adanya sejumlah orang yang berdandan menyerupai hantu seperti kuntilanak, pocong, hingga karakter hantu Valak menjadi hiburan tersendiri yang menyedot perhatian masyarakat.

SEJARAH

Monumen Welcome to Batam selesai dibangun pada 2010 dengan anggaran Rp 472,4 juta dari APBD Kota Batam.

Proyek ini dikerjakan oleh PT Hadi Lestari. 

Pengerjaan proyek ini mengalami banyak kendala karena tanah yang menjadi lokasi pembangunan sangat curam.

Oleh karena itu, perlu kehati-hatian tinggi dalam proses pengerjaan.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan monumen ini tidak hanya menggunakan tenaga manual, namun juga menggunakan truk crane seberat 20 ton. 

Pada 2014, monumen ini terancam longsor karena adanya pengerukan Bukit Clara yang dilakukan oleh suatu perusahaan.

Pengerukan ini dilakukan karena perusahaan tersebut akan membangun apartemen di sekitar bukit Clara.

Namun, akhirnya terjalin kesepakatan antara pemerintah Kota Batam dan pihak perusahaan.

Kesepakatan tersebut adalah dihentikannya pengerukan di Bukit Clara yang berlaku selamanya.

Dengan demikian, monumen Welcome to Batam masih tetap berdiri dengan utuh sebagai landmark kebanggaan warga Batam.

Ukuran tulisan

Total panjang seluruh rangkaian tulisan Welcome to Batam adalah 120 meter.

Sementara masing-masing hurufnya berukuran 10 x 5 meter. 

Untuk beratnya, huruf W mencapai 4,5 ton, sedangkan E, M dan B  masing-masing mencapai 4 ton, sedangkan L, C, O, T, B dan A  mencapai 3 sampai 3,5 ton.

Pembalap Formula 2 Indonesia Sean Gelael Turun Gunung Ikuti Reli

Mengapa Ekspor Nikel Dilarang oleh Pemerintah? Inilah Alasan dan Analisa Para Pengamat

(Tribunsumselwiki.com/Widityas)

Ikuti kami di
KOMENTAR
21 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved