Monumen Welcome To Batam

Monumen Welcome to Batam kini telah berusia 10 tahun, namun siapa sangka jika landmark ikonik di kota Batam ini pernah hampir longsor pada 2014 silam?

Penulis: Widityas
Editor: Ami Heppy
instagram.com/kevinotabkoza
monumen Welcome to Batam 

SEJARAH

Monumen Welcome to Batam selesai dibangun pada 2010 dengan anggaran Rp 472,4 juta dari APBD Kota Batam.

Proyek ini dikerjakan oleh PT Hadi Lestari. 

Pengerjaan proyek ini mengalami banyak kendala karena tanah yang menjadi lokasi pembangunan sangat curam.

Oleh karena itu, perlu kehati-hatian tinggi dalam proses pengerjaan.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan monumen ini tidak hanya menggunakan tenaga manual, namun juga menggunakan truk crane seberat 20 ton. 

Pada 2014, monumen ini terancam longsor karena adanya pengerukan Bukit Clara yang dilakukan oleh suatu perusahaan.

Pengerukan ini dilakukan karena perusahaan tersebut akan membangun apartemen di sekitar bukit Clara.

Namun, akhirnya terjalin kesepakatan antara pemerintah Kota Batam dan pihak perusahaan.

Kesepakatan tersebut adalah dihentikannya pengerukan di Bukit Clara yang berlaku selamanya.

Dengan demikian, monumen Welcome to Batam masih tetap berdiri dengan utuh sebagai landmark kebanggaan warga Batam.

Ukuran tulisan

Total panjang seluruh rangkaian tulisan Welcome to Batam adalah 120 meter.

Sementara masing-masing hurufnya berukuran 10 x 5 meter. 

Untuk beratnya, huruf W mencapai 4,5 ton, sedangkan E, M dan B  masing-masing mencapai 4 ton, sedangkan L, C, O, T, B dan A  mencapai 3 sampai 3,5 ton.

Pembalap Formula 2 Indonesia Sean Gelael Turun Gunung Ikuti Reli

Mengapa Ekspor Nikel Dilarang oleh Pemerintah? Inilah Alasan dan Analisa Para Pengamat

(Tribunsumselwiki.com/Widityas)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved