Sempat Ditolak Buruh dan DPR, Iuran BPJS Kelas III Resmi Ikut Naik Hampir Dua Kali Lipat

tribunbatamwiki : Iuran BPJS semua kelas resmi naik 100 persen untuk semua kelas yang berlaku mulai 1 Januari 2020

Tribunnews.com
Ilustrasi BPJS 

TRIBUNNEWSWIKI.COMIuran BPJS semua kelas resmi naik mulai 2020 setelah Presiden Jokowi menandatangai Perpres Nomor 75 tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Sebelumnya, kenaikan iuran untuk peserta kelas III sudah mdapatkan penolakan dari DPR dan kelompok.

Dikutip dari Kompas.com, DPR memberikan penolakan untuk kenaikan iuran BPJS kelas III sampai pemerintah menyelesaikan permasalahan data peserta.

Hal tersebut merupakan keputusan DPR dalam rapat gabungan Komisi IX dan XI DPR RI dengan pemerintah dan direksi BPJS Kesehatan pada Senin (2/9/2019).

Berdasarkan kesimpulan yang dibacakan Wakil Ketua Komisi XI DPR, Supriyatno, DPR menolak kenaikan iuran BPJS untuk peserta kelas III dan mendesak pemerintah untuk mencari solusi lain guna menanggulangi defisit Dana Jaminan Sosial (DJS) kesehatan.

Kemudian pada 16 September, Ketua Komisi IX DPR, Dede Yusuf, memastikan bahwa DPR dan pemerintah sepakat untuk tidak menaikkan iuran peserta kelas III BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan(Pramdia Arhando/Kompas.com)
BPJS Kesehatan(Pramdia Arhando/Kompas.com) (Pramdia Arhando/Kompas.com)

"DPR setelah berdiskusi panjang dengan pemerintah akhirnya sepakat untuk kelas III tidak naik," kata Dede Yusuf.

Lebih lanjut, Dede Yusuf mengatakan bahwa iuran BPJS untuk peserta kelas III tidak dinaikkan terlebih dahulu karena hampir 60 persen peserta BPJS merupakan masyarakat dari ekonomi bawah.

Baca: Iuran BPJS Naik 2 Kali Lipat, Ini Cara Turun Kelas BPJS Kesehatan Mandiri

Baca: BPJS Kesehatan Tersandung Gambar Joker dan Disomasi, Alasan Manfaatkan Momentum

Tidak hanya dari pihak DPR, kelompok buruh juga menyuarakan penolakan untuk kenaikan iuran BPJS untuk kelas III.

Melansir dari Kompas.com, penolakan tersebut juga sempat disuarakan langsung oleh dua pimpinan kelompok buruh saat diterima Presiden Jokowi di Istana Bogor pada 30 September 2019.

"Kami mengatakan iuran BPJS kelas III akan memberatkan rakyat dan menurunkan daya beli. Oleh karena itu, kami mengusulkan dan menyarankan kepada beliau untuk dipertimbangkan agar iuran kelas III tidak dinaikkan," kata Said Iqbal Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonseia (KSPI).

Sedangkan Jokowi yang berdiri di samping Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nea dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, mengatakan jika usulan dari kelompok buruh tersebut akan dipertimbangkan.

"Itu usulan, kita pertimbangkan lah, karena memang kita harus berhitung, harus berkalkulasi nanti kalau kenaikan BPJS tidak kita lakukan yang terjadi juga defisit besar di BPJS. Semuanya dihitung, semuanya dikalkulasi," kata Jokowi.

Tanggapan Wamenkeu Suahasil Nazara

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan bahwa kenaikan iuran BPJS untuk kelas III sudah diperhitungkan secara matang.

"Ada perhitungannya. Kan perhitungan dibandingkan antara manfaat yang didapat dengan nilai premi berapa. Itu ada perhitungannya," kata Suahasil seperti dikutip Tribunnewswiki dari Kompas.com.

"Kan bisa dihitung untuk seluruh Indonesia berapa uang yang dikumpulkan dari premi. Lalu kemudian selama periode tertentu berapa yang sakit, sakitnya apa saja. Dijumlahkan biayanya. Harusnya itu manfaatnya. Perbandingan ini yang jadi dasar perhitungan berapa (kenaikan) premi," lanjutnya.

Baca: BPJS Kesehatan: JKN KIS Tanggung Penderita Gangguan Jiwa Agar Tidak Ada Joker-Joker Lainnya

Baca: Kini Peserta BPJS Kesehatan Bisa Naik Kelas Secara Gratis, Berikut Syaratnya

Rincian kenaikan Iuran BPJS semua Kelas

Dalam Pasal 34 beleid tersebut, diatur besaran kenaikan iuran BPJS semua kelas yang mulai berlaku pada 1 Januari 2020.

Kenaikan iuran BPJS tersebut mengikat semua kelas, termasuk kelas III yang sebelumnya mendapatkan penolakan dari Komisi IX dan XI DPR serta dari kelompok buruh.

Tags
Iuran BPJS
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved