Seekor Anjing Laut Ditembak di Wajah, Pihak Konservasi Siapkan Rp 45 Juta Bagi yang Tahu Pelaku

Seekor anjing laut leopard dilaporkan tertembak di wajahnya di Pelabuhan Kota Auckland, Selandia Baru

Michael Craig / New Zealand Herald
Owha, seekor anjinglaut berada di ponton di pelabuhan di Kota Auckland, Selandia Baru 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seekor anjing laut leopard terkenal yang membuat sarang di Pelabuhan Kota Auckland dilaporkan tertembak di wajahnya.

Owha, yang hidup di Waitemata, terlihat berdarah di wajahnya, seperti dilaporkan New Zealand Herald, (28/10/2019).

Foto-foto lukanya menunjukkan lubang luka yang jelas pada sisi kiri wajahnya.

Dr Ingrid Visser dari LeopardSeals.org mengatakan luka tersebut telah diidentifikasi oleh tiga dokter hewan dan dikonfirmasi berasal dari luka tembak.

"Aku ngeri mendengar hewan menakjubkan ini dilukai dengan cara seperti ini" ujar Visser.

"Aku pernah habiskan waktu dengan Owha, dan tak ada alasan orang-orang melakukan ini"

Owha 2
Ahli satwa laut dan dokter hewan terus melakukan pengamatan medis terhadap seekor anjinglaut ini. (Alex Grabham / New Zealand Herald)

Meskipun khawatir atas kesejahteraan Anjing Laut, mereka tak mau campur tangan atas risiko yang ditimbulkan selama penangkapan dan pembiusan Anjing Laut (untuk pemeriksaan).

Namun demikian, mereka terus melakukan pengamatan atas segala kemungkinan perubahan tingkah laku yang ditimbulkan karena luka. 

Hadiah 5000 NZD

Hadiah sebesar 5000 NZD atau sekitar 45 Juta Rupiah ditawarkan oleh organisasi konservasi setempat bagi siapa saja yang mengetahui informasi penembak anjing laut, Owha.

Anjing laut leopard betina ini adalah salah satu binatang langka di daerah Auckland, Selandia Baru.

Owha memiliki panjang sebesar 3.1 meter dengan berat mencapai 400 kilogram, seperti dilaporkan New Zealand Herald, (29/10/2019).

Sebelumnya, Owha dilaporkan terbaring lemas dan mengalami pendarahan di wajahnya akibat luka tembak yang diperkirakan dilakukan pada hari libur kemarin.

Setelah dilakukan pemeriksaan pada siang waktu setempat, Owha telah berada dalam kondisi yang stabil, namun masih bernafas menggunakan satu lubang hidungnya.

Sementara itu, kemungkinan kerusakan di bagian organ dalam masih terus dilakukan pemeriksaan.

Organisasi non profit, Masyarakat Pengawas dan Pelindung Konservasi Laut akan memberikan hadiah sebesar 5000 NZD bagi siapa saja yang mengetahui indormasi pelaku penembak.

Hadiah akan diberikan apabila informasinya mengarah pada pembuktian salah di pengadilan terhadap orang atau kelompok yang bertanggungjawab atas penembakan Anjing Laut leopard.

Pemimpin Masyarakat Pengawas dan Pelindung Konservasi Laut, Paul Watson, mengatakan bahwa anjing laut adalah spesies langka yang tak bisa diganti dan lebih bernilai daripada materi milik manusia yang dapat digonta-ganti.

"Speses Anjing Laut leopard adalah makhluk yang menawan dan bernilai, patut mendapatkan kehormatan dan perlindungan", ujar Paul.

Sampai saat ini, Anjing Laut leopard tersebut masih mengeluarkan darah yang merembes dari lubang bekas peluru yang melukainya, namun kembali terlihat di tempat favoritnya di dekat kapal di Westhaven Marina, Auckland, Selandia Baru.

Ahli biologi mamalia, Dr Krista Hupman mengatakan Owha menunjukkan tanda-tanda yang positif usai diperiksa.

Dokter Krista Hupman menjelaskan bahwa Owha masih terlihat bisa tidur, makan, dan beristirahat dengan normal.

Organisasi, LeopardSeals.org bekerjasama dengan DoC dilaporkan bekerja sepanjang waktu untuk terus memantau lebih dekat aktivitas Owha dan memastikan tidak terjadi perubahan tingkah laku.

Owha sudah tidak lagi dibius namun masih terus diawasi lantaran ada kekhawatiran ia dapat terpeleset dan tenggelam di air sebelum benar-benar dilepas.

Krista Hupman memuji tindakan Masyarakat Pelindung Konservasi Laut atas tindakannya yang berani memberikan penghargaan uang bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi ihwal penembak si Anjing Laut tersebut.

Hupman berharap hadiah tersebut dapat memacu masyarakat untuk terlibat dalam memberikan informasi yang tepat.

Organisasi TheLeopardSeals.org dilaporkan telah menerima rincian seputar dugaan siapa penembak Anjing Laut tersebut. Namun demikian, belum ada nama orang yang pasti.

Informasi dugaan penembak Anjing Laut juga telah dilimpahkan ke pihak kepolisian dan Departemen Konservasi (DoC).

"Ini begitu penting bagi kita menemukan siapa yang melakukannya. Ini tak hanya melawan hukum, namun sungguh merangsang Anjing Laut menjadi buas. Kita sungguh tak mau seekor Anjing Laut leopard melihat manusia dengan ganas dan menjadi buas ke kita"

Bukan Kali Pertama

Sebelumnya, Sea Shepherd sempat menawarkan hadiah yang serupa saat Anjing Laut yang masih muda terbunuh lantaran ditembak wajahnya pada tahun 2018 di Pantai Northland.

Berkat hal itu, informasi penembak pun terungkap dan mengarah pada 4 anak muda.

Manajer Operasi Departemen Konservasi (DoC) Auckland, Selandia Baru, Kirsty Prior mengatakan DOC telah bekerja dengan mengarahkan dokter hewan setempat untuk memberi saran ihwal penanganan Owha.

Saran terakhir yang disampaikan, sang Anjing Laut telah berada dalam kondisi yang bagus, namun masih menggunakan satu lubang hidung untuk bernafas.

"Ada kekhawatiran terdapat kerusakan di bagian dalam karena luka yang ditimbulkan, namun hal ini hanya dapat dilakukan dengan pengawasan lebih lanjut"

Prior mengatakan mereka (institusinya) menerima laporan dari masyarakat tentang Owha yang terluka, namun belum bersedia membagikan rincian informasi lebih lanjut pada tahap ini.

Pengamatan terhadap Owha atau sejumlah Anjing Laut lainnya dapat dilaporkan ke LeopardSeals.org dengan nomor telepon 0800 LEOPARD (0800 536 7273).

Anjing Laut adalah spesies asli daerah dan dilindungi di bawah Undang-Undang Perlindungan Mamalia Laut tahun 1978.

Seseorang yang dituduh melakukan pelecehan, gangguan, melukai ataupun membunuh Anjing Laut dapat dihukum maksimal dua tahun penjara atau denda sebesar 250.000 NZD.

--

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved