Seekor Anjing Laut Ditembak di Wajah, Pihak Konservasi Siapkan Rp 45 Juta Bagi yang Tahu Pelaku

Seekor anjing laut leopard dilaporkan tertembak di wajahnya di Pelabuhan Kota Auckland, Selandia Baru

Michael Craig / New Zealand Herald
Owha, seekor anjinglaut berada di ponton di pelabuhan di Kota Auckland, Selandia Baru 

Ahli biologi mamalia, Dr Krista Hupman mengatakan Owha menunjukkan tanda-tanda yang positif usai diperiksa.

Dokter Krista Hupman menjelaskan bahwa Owha masih terlihat bisa tidur, makan, dan beristirahat dengan normal.

Organisasi, LeopardSeals.org bekerjasama dengan DoC dilaporkan bekerja sepanjang waktu untuk terus memantau lebih dekat aktivitas Owha dan memastikan tidak terjadi perubahan tingkah laku.

Owha sudah tidak lagi dibius namun masih terus diawasi lantaran ada kekhawatiran ia dapat terpeleset dan tenggelam di air sebelum benar-benar dilepas.

Krista Hupman memuji tindakan Masyarakat Pelindung Konservasi Laut atas tindakannya yang berani memberikan penghargaan uang bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi ihwal penembak si Anjing Laut tersebut.

Hupman berharap hadiah tersebut dapat memacu masyarakat untuk terlibat dalam memberikan informasi yang tepat.

Organisasi TheLeopardSeals.org dilaporkan telah menerima rincian seputar dugaan siapa penembak Anjing Laut tersebut. Namun demikian, belum ada nama orang yang pasti.

Informasi dugaan penembak Anjing Laut juga telah dilimpahkan ke pihak kepolisian dan Departemen Konservasi (DoC).

"Ini begitu penting bagi kita menemukan siapa yang melakukannya. Ini tak hanya melawan hukum, namun sungguh merangsang Anjing Laut menjadi buas. Kita sungguh tak mau seekor Anjing Laut leopard melihat manusia dengan ganas dan menjadi buas ke kita"

Bukan Kali Pertama

Sebelumnya, Sea Shepherd sempat menawarkan hadiah yang serupa saat Anjing Laut yang masih muda terbunuh lantaran ditembak wajahnya pada tahun 2018 di Pantai Northland.

Berkat hal itu, informasi penembak pun terungkap dan mengarah pada 4 anak muda.

Manajer Operasi Departemen Konservasi (DoC) Auckland, Selandia Baru, Kirsty Prior mengatakan DOC telah bekerja dengan mengarahkan dokter hewan setempat untuk memberi saran ihwal penanganan Owha.

Saran terakhir yang disampaikan, sang Anjing Laut telah berada dalam kondisi yang bagus, namun masih menggunakan satu lubang hidung untuk bernafas.

"Ada kekhawatiran terdapat kerusakan di bagian dalam karena luka yang ditimbulkan, namun hal ini hanya dapat dilakukan dengan pengawasan lebih lanjut"

Prior mengatakan mereka (institusinya) menerima laporan dari masyarakat tentang Owha yang terluka, namun belum bersedia membagikan rincian informasi lebih lanjut pada tahap ini.

Pengamatan terhadap Owha atau sejumlah Anjing Laut lainnya dapat dilaporkan ke LeopardSeals.org dengan nomor telepon 0800 LEOPARD (0800 536 7273).

Anjing Laut adalah spesies asli daerah dan dilindungi di bawah Undang-Undang Perlindungan Mamalia Laut tahun 1978.

Seseorang yang dituduh melakukan pelecehan, gangguan, melukai ataupun membunuh Anjing Laut dapat dihukum maksimal dua tahun penjara atau denda sebesar 250.000 NZD.

--

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved