Pembalap Formula 2 Indonesia Sean Gelael Turun Gunung Ikuti Reli

Sean Gelael mengunggah foto Citroen C3 R5 di akun Instagramnya, apakah akan kembali ke reli?

Instagram.com/gelaelized
Sean Gelael pembalap Formula 2 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sean Gelael, pembalap Indonesia di Formula 2, sepertinya akan kembali ke ajang reli.

Kemungkinan Sean Gelael akan turun gunung di Kejurnas Reli untuk mengisi libur panjangnya dari Formula 2.

Kejurnas reli putaran ketiga akan digelar di Sumatra Utara pada 23-24 November.

Di akun Instagram @gelaelized, Sean Gelael mengunggah foto bagian depan mobil Citroen C3 R5.

Sean Gelael menulis caption, “Cant wait to do some Rallying in this long break!”

Baca: Rifat Sungkar

Baca: Ananda Mikola

Di bagian kaca depan dan bumper kanan-kiri terdapat tulisan “Jagonya Ayam!”

Jagonya Ayam adalah tagline Kentucky Fried Chicken (KFC) Indonesia yang mensponsori aktivitas balap Sean Gelael.

Sebagai informasi, Citroen C3 R5 berkompetisi di ajang Super 2000 World Rally atau dikenal sebagai WRC2.

Baca: Gerry Salim

Baca: Benny Hidayat

Berikut spesifikasi Citroen C3 R5 yang diambil dari media.citroenracing.com:

Tipe mesin : 4 tak, 1.6 L dengan turbocharger

Diameter x langkah: 77 mm x 85,8 mm

Daya maksimum: 282 bhp @ 5.000 rpm

Torsi maksimum: 420 nm @ 4.000 rpm

Hp/liter: 178 bhp/liter

Penggerak klep: DOHC 4 klep per silinder

Pengabutan: Injeksi langsung, dikontrol SRG Magneti Marelli

Kopling: Cerametallic Twin-disk

Penggerak: 4WD

Gearbox: 5 kecepatan

Gardan:   Front and rear mechanical, self-locking

Rem: Ventilated disks, 355mm (tarmac) and 300mm (gravel), Alcon 4-pistons calipers (depan dan belakang)

Suspensi: McPherson

Roda: Tarmac  8x18" wheels – Michelin tyres, Gravel  7x15" wheels -  Michelin tyres

Panjang/lebar: 3.996 mm/1.820 mm

Jarak sumbu roda: 2.567 mm

Track: 1.618 mm (depan dan belakang)

Kapasitas tanki: 81 liter

Berat: 1.230 kg (tanpa pembalap dan navigator) 1.390 kg (dengan pembalap dan navigator),

Reli bukan hal yang baru untuk Sean Gelael

Dia pernah mengikuti reli sprint, menjadi navigator ayahnya.

Berikut profil Sean Gelael:

Muhammad Sean Ricardo Gelael lahir di Jakarta pada 1 November 1996 dari pasangan Ricardo Gelael dan RA. Sri Sudarini atau yang dikenal sebagai Rini S. Bono.

Keluarga Sean berlatar belakang balap, ayahnya, selain seorang pengusaha, juga seorang pembalap senior Indonesia.

 Sean mulai berkarier di dunia balap pada 2005, ketika berumur sembilan tahun, dengan mengikuti berbagai kompetisi balap, di antaranya Reli Sprint.

 Di kejuaraan tersebut, Sean menjadi navigator ayahnya.

Pada 2007, Sean Gelalel memecahkan rekor MURI sebagai navigator reli termuda.

Empat tahun kemudian, dia membalap gokart di kelas Rotax Max, sekaligus mengikuti Kejurnas Reli.

Sean mulai membalap penuh di gokart pada 2010.

Dia menjadi pembalap pertama Indonesia yang berkompetisi di Kejuaraan Gokart Dunia pada 2011.

Sean memenangkan Asian Karting Open Championship – Formula 125 Senior Open pada tahun yang sama.

Setahun kemudian, dia membalap di Formula Pilota China dan mendapat satu kemenangan.

Dia juga membalap di Formula Abart bersama BVM selama tiga seri.

Sean memutuskan pindah ke Eropa dan membalap di Formula 3 pada 2012.

Pada 2013, memecahkan rekor sebagai pembalap termuda yang meraih podium Formula 3 pada usia 16 tahun 6 bulan dan 25 hari.

Sebelumnya, rekor ini dipegang Nelson Piquet (17 tahun).

Sean memiliki memiliki nama panggilan Gelaelized.

Dia hobi bermain basket, sepak bola, jet ski dan diving.

Sean Gelalel masih membalap di Formula British Formula 3 dan European Formula 3 pada 2014.

Di British Formula 3, dia membalap di Tim Carlin.

Di European Formula 3, dia juga membalap di Tim Carlin, dengan sponsor KFC Jagonya Ayam.

Dia terjun membalap menggunakan baju kuning bertuliskan KFC, produk bisnis ayahnya.

Sean membalap di European Formula 3 sebanyak 33 seri, mendapat 25 poin, dan menyelesaikan musim di peringkat ke-18.

Pada 2015, mengikuti Formula Reanult 3.5 Series dan GP2 Series bersama.

Di balap Renault, Sean meraih finish terbaik delapan besar di Monaco.

Dia mendapat tujuh poin dan menyelesaikan debut musimnya di peringkat ke-19.

Di GP2 Series, dia hanya mengikuti sembilan seri dan mendapat peringkat ke-30.

Sean juga mengikuti Asian Le Mans Series pada 2015 dan 2016.

Dia debut di GP2 Series pada Juli 2015 di Hungaria, finish posisi ke-18 di feature race dan ke-20 di sprint race.

Setahun kemudian, Sean mulai membalap penuh di GP2 bersama Campos Racing, dengan Mitch Evans sebagai rekan tim.

Dia mendapat podium perdananya di Spielberg, Austria.

Pada 2017, Sean mulai membalap di FIA Formula 2 Championship bersama Tim Pertamina Arden.

Pada debut musim, dia mendapat 17 poin dan peringkat ke-15.

Musim keduanya, diselesaikan di peringkat ke-15, dengan 29 poin.

Sean sempat dikontrak Scuderia Toro Rosso untuk Free Practice di F1 pada musim 2017.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Febri)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved