Mengapa Ekspor Nikel Dilarang oleh Pemerintah? Inilah Alasan dan Analisa Para Pengamat

Pelarangan ekspor nikel resmi dipercepat dari jadwal semula. Hal ini dipicu oleh beberapa sebab. Apa saja?

ANTAM
Pemerintah resmi mempercepat pelarangan ekspor nikel. Hal ini dipicu oleh beberapa hal 

Hal ini terjadi karena dilakukan lebih awal ketimbang yang diduga pelaku pasar, seperti dilaporkan Bloomberg, (28/10/2019).

Linda Zhang, selaku analis pasar lembaga konsultan Wood McKenzie menduga bahwa keputusan yang diambil tersebut berkaitan dengan antisipasi belanja besar-besaran yang dilakukan oleh pelaku pasar Cina.

Hal tersebut relevan apabila dilihat dari angka pembelian sebelumnya di mana pada bulan Agustus silam, Cina membeli 5.72 ton biji nikel, dan meningkat tajam dari bulan atau tahun sebelumnya.

"Semua orang berusaha membeli nikel Indonesia sebanyak mungkin sebelum dilarang", kata Linda Zhang,kepada Reuters yang dikutip Deutsche Welle, (30/10/2019).

Tanggapan Positif Dalam Negeri

Pelarangan ekspor nikel ini mendapat sambutan positif di dalam negeri.

Enny Sri Hartati, seorang ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengatakan bahwa keputusan yang diambil pemerintah justru membuka peluang bagi konsolidasi ekonomi dan sumber daya.

Menurut Enny, hal tersebut perlu dibarengi dengna penambahan kapasitas di sektor lain.

"Selama ini kan kita seperti tidak pernah punya gigi, karena selalu takut bahwa nanti neraca ekspornya babak belur," kata Enny kepada Deutsche Welle, (30/10/2019).

"Kalau kita bersikukuh (soal larangan ekspor), kita berkesempatan menjaring lonjakan investasi untuk sektor-sektor hilir." ujar Enny.

Cadangan Nikel Terbatas

Lembaga konsultan AlixPartners membuat prediksi bahwa industri otomotif akan membanjiri pasar dunia lantaran akan hadir 200 jenis mobil elektrik baru hingga tahun 2023.

Kedepannya, transportasi kendaraan listrik diharapkan tidak lagi memiliki harga mahal, sehingga dapat ditawarkan di semua kelas konsumen.

Lonjakan kebutuhan nikel ini tentu akan membuat pelaku pasar cemas lantaran harga yang semakin melambung.

Seperti contoh saat industrialisasi di Cina melambungkan harga nikel dari 10.000 USD per ton menjadi 50.000 USD per ton hanya dalam waktu beberapa tahun.

Hingga saat ini, harga nikel di pasar global meningkat ringan dan berada pada harga 18.000 USD per ton sejak Indonesia mengumumkan larangan ekspor.

Produsen Nikel Terbesar

Menurut catatan tahun 2016-2017, produksi nikel di Indonesia menyumbang masing-masing 39 persen dan 63 persen dari total perdagangan nikel dunia.

Oleh beberapa riset, Indonesia sempat dianggap sebagai negara dengan produsen nikel terbesar di dunia.

Luhut Bitsar Pandjaitan mengemukakan bahwa diprediksi cadangan nikel Indonesia akan habis pada tahun 2029.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved